Mesin Toyota Alphard Lebih Canggih Dari Toyota Camry
Mesin
Toyota Alphard Lebih Canggih Dari Toyota Camry
Mesin
Toyota New Alphard Hybrid ternyata berbeda dari Toyota Camry Hybrid dan Prius.
Ada tambahan motor listrik untuk menggerakkan roda belakangnya, sehingga New
Alphard Hybrid bisa dikatakan mobil berpenggerak empat roda (4×4).
Dadi
Hendriadi, General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM),
menjelaskan sama seperti Alphard 2.5G, varian hybrid ini menggunakan mesin
2AR-FXE. Namun terdapat tambahan dua motor listrik yang ditempatkan di bagian
depan dan belakang mobil. Teknologi in disebut e-Four di Toyota.
Sistem
hybrid mobil ini akan mengalihkan tenaga penggerak dari mesin ke motor listrik
sesuai dengan kecepatan kendaraan. Motor listrik juga akan mengambil alih
tenaga penggerak ketika mobil berjalan lambat dan kemudian sistem akan
mengalihkan ke mesin berbahan bakar minyak, saat membutuhkan tenaga lebih besar
atau kecepatan tinggi.
“Mesin
Alphard Hybrid leboh canggih karena bisa membagi traksi roda kendaraan. Cara
kerjanya, saat start-up atau mobil mulai dijalankan, motor listrik di belakang
lah yang bekerja untuk memberikan torsi di roda belakang untuk menggerakkan
mobil hingga kecepatan rendah. Namun saat mobil sudah berjalan dengan kecepatan
konstan atau tinggi, motor listrik di penggerak roda depan yang gantian bekerja
atau two wheel drive,” ujar Dadi, yang ditemui di booth Toyota GIIAS 2015,
Sabtu (22/8).
Prinsipnya
penggerak utama New Alphard Hybrid adalah motor listriknya. Demi efisiensi
bahan bakarnya, output maksimalnya lebih rendah dari mesin bensin, yakni 152
ps/6.000 rpm. Sementara torsi motor listrik di belakang tercatat 68 ps,
sedangkan di depan 143 ps. Meski belum pernah diuji jalan di Indonesia,
diperkirakan konsumsi bensin Alphard Hybrid lebih dari 21 kilometer per
liter.
Cara
kerja tersebut, lanjut Dadi, berfungsi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar
minyaknya. Kemudian saat jalan mendaki atau menanjak, kembali motor listrik di
belakang bekerja untuk memberi torsi demi membantu traksi roda belakang.
Sebab penggerak roda belakang lebih baik digunakan di jalan menanjak atau
up-hill.
“Jangan
khawatir, ada sensor yang otomatis membagi torsi di roda belakang, sehingga
tetap aman dan efisien, “ kata dia.
Menggunakan
basis New Alphard 2.5G, New Alphard Hybrid memiliki beberapa perbedaan, yakni
aksen krom di bawah gril dan ukuran pelek 17 inci. Perubahan besar terjadi di
suspensi belakang, dari torsion beam, kini menggunakan independen dan double
wishbone, sehingga kendaraan lebih nyaman.
Mesin
Toyota New Alphard Hybrid ternyata berbeda dari Toyota Camry Hybrid dan Prius.
Ada tambahan motor listrik untuk menggerakkan roda belakangnya, sehingga New
Alphard Hybrid bisa dikatakan mobil berpenggerak empat roda (4×4).
Dadi
Hendriadi, General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM),
menjelaskan sama seperti Alphard 2.5G, varian hybrid ini menggunakan mesin
2AR-FXE. Namun terdapat tambahan dua motor listrik yang ditempatkan di bagian
depan dan belakang mobil. Teknologi in disebut e-Four di Toyota.
Sistem
hybrid mobil ini akan mengalihkan tenaga penggerak dari mesin ke motor listrik
sesuai dengan kecepatan kendaraan. Motor listrik juga akan mengambil alih
tenaga penggerak ketika mobil berjalan lambat dan kemudian sistem akan
mengalihkan ke mesin berbahan bakar minyak, saat membutuhkan tenaga lebih besar
atau kecepatan tinggi.
“Mesin
Alphard Hybrid leboh canggih karena bisa membagi traksi roda kendaraan. Cara
kerjanya, saat start-up atau mobil mulai dijalankan, motor listrik di belakang
lah yang bekerja untuk memberikan torsi di roda belakang untuk menggerakkan
mobil hingga kecepatan rendah. Namun saat mobil sudah berjalan dengan kecepatan
konstan atau tinggi, motor listrik di penggerak roda depan yang gantian bekerja
atau two wheel drive,” ujar Dadi, yang ditemui di booth Toyota GIIAS 2015,
Sabtu (22/8).
Prinsipnya
penggerak utama New Alphard Hybrid adalah motor listriknya. Demi efisiensi
bahan bakarnya, output maksimalnya lebih rendah dari mesin bensin, yakni 152
ps/6.000 rpm. Sementara torsi motor listrik di belakang tercatat 68 ps, sedangkan
di depan 143 ps. Meski belum pernah diuji jalan di Indonesia, diperkirakan
konsumsi bensin Alphard Hybrid lebih dari 21 kilometer per liter.
Cara
kerja tersebut, lanjut Dadi, berfungsi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar
minyaknya. Kemudian saat jalan mendaki atau menanjak, kembali motor listrik di
belakang bekerja untuk memberi torsi demi membantu traksi roda belakang.
Sebab penggerak roda belakang lebih baik digunakan di jalan menanjak atau
up-hill.
“Jangan
khawatir, ada sensor yang otomatis membagi torsi di roda belakang, sehingga
tetap aman dan efisien, “ kata dia.
Menggunakan
basis New Alphard 2.5G, New Alphard Hybrid memiliki beberapa perbedaan, yakni
aksen krom di bawah gril dan ukuran pelek 17 inci. Perubahan besar terjadi di
suspensi belakang, dari torsion beam, kini menggunakan independen dan double
wishbone, sehingga kendaraan lebih nyaman.






