Mesin Toyota Alphard Lebih Canggih Dari Toyota Camry

7:13 AM Unknown 0 Comments

Mesin Toyota Alphard Lebih Canggih Dari Toyota Camry



Mesin Toyota New Alphard Hybrid ternyata berbeda dari Toyota Camry Hybrid dan Prius. Ada tambahan motor listrik untuk menggerakkan roda belakangnya, sehingga New Alphard Hybrid bisa dikatakan mobil berpenggerak empat roda (4×4).
Dadi Hendriadi,  General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan sama seperti Alphard 2.5G, varian hybrid ini menggunakan mesin 2AR-FXE. Namun terdapat tambahan dua motor listrik yang ditempatkan di bagian depan dan belakang mobil. Teknologi in disebut e-Four di Toyota.
Sistem hybrid mobil ini akan mengalihkan tenaga penggerak dari mesin ke motor listrik  sesuai dengan kecepatan kendaraan. Motor listrik juga akan mengambil alih tenaga penggerak ketika mobil berjalan lambat dan kemudian sistem akan mengalihkan ke mesin berbahan bakar minyak, saat membutuhkan tenaga lebih besar atau kecepatan tinggi.



“Mesin Alphard Hybrid leboh canggih karena bisa membagi traksi roda kendaraan. Cara kerjanya, saat start-up atau mobil mulai dijalankan, motor listrik di belakang lah yang bekerja untuk memberikan torsi di roda belakang untuk menggerakkan mobil hingga kecepatan rendah. Namun saat mobil sudah berjalan dengan kecepatan konstan atau tinggi, motor listrik di penggerak roda depan yang gantian bekerja atau two wheel drive,” ujar Dadi, yang ditemui di booth Toyota GIIAS 2015, Sabtu (22/8).
Prinsipnya penggerak utama New Alphard Hybrid adalah motor listriknya. Demi efisiensi bahan bakarnya, output maksimalnya lebih rendah dari mesin bensin, yakni 152 ps/6.000 rpm. Sementara torsi motor listrik di belakang tercatat 68 ps, sedangkan di depan 143 ps. Meski belum pernah diuji jalan di Indonesia, diperkirakan konsumsi bensin Alphard Hybrid  lebih dari 21 kilometer per liter.


Cara kerja tersebut, lanjut Dadi, berfungsi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar minyaknya. Kemudian saat jalan mendaki atau menanjak, kembali motor listrik di belakang bekerja untuk memberi torsi demi membantu traksi roda belakang.  Sebab penggerak roda belakang lebih baik digunakan di jalan menanjak atau up-hill.
“Jangan khawatir, ada sensor yang otomatis membagi torsi di roda belakang, sehingga tetap aman dan efisien, “ kata dia.
Menggunakan basis New Alphard 2.5G, New Alphard Hybrid memiliki beberapa perbedaan, yakni aksen krom di bawah gril dan ukuran pelek 17 inci. Perubahan besar terjadi di suspensi belakang, dari torsion beam, kini menggunakan independen dan double wishbone, sehingga kendaraan lebih nyaman.




Mesin Toyota New Alphard Hybrid ternyata berbeda dari Toyota Camry Hybrid dan Prius. Ada tambahan motor listrik untuk menggerakkan roda belakangnya, sehingga New Alphard Hybrid bisa dikatakan mobil berpenggerak empat roda (4×4).
Dadi Hendriadi,  General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan sama seperti Alphard 2.5G, varian hybrid ini menggunakan mesin 2AR-FXE. Namun terdapat tambahan dua motor listrik yang ditempatkan di bagian depan dan belakang mobil. Teknologi in disebut e-Four di Toyota.
Sistem hybrid mobil ini akan mengalihkan tenaga penggerak dari mesin ke motor listrik  sesuai dengan kecepatan kendaraan. Motor listrik juga akan mengambil alih tenaga penggerak ketika mobil berjalan lambat dan kemudian sistem akan mengalihkan ke mesin berbahan bakar minyak, saat membutuhkan tenaga lebih besar atau kecepatan tinggi.
“Mesin Alphard Hybrid leboh canggih karena bisa membagi traksi roda kendaraan. Cara kerjanya, saat start-up atau mobil mulai dijalankan, motor listrik di belakang lah yang bekerja untuk memberikan torsi di roda belakang untuk menggerakkan mobil hingga kecepatan rendah. Namun saat mobil sudah berjalan dengan kecepatan konstan atau tinggi, motor listrik di penggerak roda depan yang gantian bekerja atau two wheel drive,” ujar Dadi, yang ditemui di booth Toyota GIIAS 2015, Sabtu (22/8).
Prinsipnya penggerak utama New Alphard Hybrid adalah motor listriknya. Demi efisiensi bahan bakarnya, output maksimalnya lebih rendah dari mesin bensin, yakni 152 ps/6.000 rpm. Sementara torsi motor listrik di belakang tercatat 68 ps, sedangkan di depan 143 ps. Meski belum pernah diuji jalan di Indonesia, diperkirakan konsumsi bensin Alphard Hybrid  lebih dari 21 kilometer per liter.



Cara kerja tersebut, lanjut Dadi, berfungsi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar minyaknya. Kemudian saat jalan mendaki atau menanjak, kembali motor listrik di belakang bekerja untuk memberi torsi demi membantu traksi roda belakang.  Sebab penggerak roda belakang lebih baik digunakan di jalan menanjak atau up-hill.
“Jangan khawatir, ada sensor yang otomatis membagi torsi di roda belakang, sehingga tetap aman dan efisien, “ kata dia.
Menggunakan basis New Alphard 2.5G, New Alphard Hybrid memiliki beberapa perbedaan, yakni aksen krom di bawah gril dan ukuran pelek 17 inci. Perubahan besar terjadi di suspensi belakang, dari torsion beam, kini menggunakan independen dan double wishbone, sehingga kendaraan lebih nyaman.